RSUD Sidoarjo Kekurangan Tenaga Medis

Gedung Instalasi Rawat Inap (Irna) RSUD Kabupaten Sidoarjo yang belum bisa difungsikan.

SIDOARJO (beritasidoarjo.com) Semenjak dibangunnya Intalasi Rawat Inap (Irna) yang baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo beberapa bulan yang lalu namun hingga saat ini belum dapat difungsikan karena belum adanya tenaga medis.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Hukum, Humas dan Pemasaran RSUD Sidoarjo, Ahmad Zainuri, saat ditemui wartawan media ini, Rabu (14/12/2011).

“Gedung Irna yang baru tersebut terdapat 3 lantai yang terdiri dari kelas satu, kelas dua dan kelas tiga, dimana jumlah tempat tidurnya sebanyak 212 buah” katanya.

Apabila Irna tersebut sudah dapat difungsikan maka RSUD Sidoarjo akan dapat menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 105 miliar pertahunnya.

“Irna yang baru tersebut belum dapat kami fungsikan, karena kami masih kekurangan tenaga medis untuk mengisi tempat tersebut,” ucap Ahmad Zainuri.

Menurut Ahmad Zainuri bahwa pihak RSUD Sidoarjo sudah mengajukan penambahan tenaga medis baik dokter, perawat maupun bidan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo untuk menempati ruang Irna yang baru.

“Tahun ini kami sudah mengajukan kepada Pemkab Sidoarjo melalui BKD (Badan Kepegawaian Daerah. red)sebanyak 100 orang tenaga medis, namun baru disetujui 25 orang saja,” tuturnya.

Maka dari itu pihak RSUD memohon kepada Pemkab Sidoarjo agar segera memberikan tenaga medis yang selama ini diusulkan sebanyak 100 orang tersebut, sehingga Irna yang baru dapat segera difungsikan dan menambah PAD Kabupaten Sidoarjo. (imams)

Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. RSUD Sidoarjo perlu penegakan keadilan dan hukum, karena telah terjadi penyimpangan dalam pelayanan. Banyak keluarga pasien yang kecewa dengan pelayanan RSUD Sidoarjo yang hanya berorientasi pada pencapaian pendapatan baik oleh para petugas loket maupun yang dilakukan oleh dokter-dokter poli
    Mereka yang mendaftar dengan modal kartu ASKES sering tidak dilayani bahkan di pingpong dan dipersulit.
    Lebih kejam lagi seorang dokter di poli bedah berbisik kepada keluarga pasien “Ibu mau gak anaknya saya operasi di rumah saya dan membayar Rp1.000.000,00 tapi nanti setelah jam kerja”
    Kejadian ini nyata yang dialami istri saya untuk itu RSUD Sidoarjo perlu di INVESTIGASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

PKB&GardaS

beritasidoarjo

beritasidoarjo

beritasidoarjo

beritasidoarjo