iklan

Tak Terima Dituduh Selingkuh, Istri Dihajar Hingga Babak Belur

Tersangka saat digelendang petugas Polsek Jabon.

JABON (beritasidoarjo.com) Ardiansyah (38 tahun) warga Dusun Kupang Lor RT 03 RW 01, Desa Kupang, Kecamatan Jabon dilaporkan Elis Winarni (34 tahun) yang tak lain istrinya sendiri ke Polsek Jabon, Kamis (5/10/2017).

Kepala Unit Reserse dan Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Jabon Iptu Deddy S.C, SH mengatakan bahwa tersangka dilaporkan oleh korban terkait penganiayaan yang menimpah dirinya hingga mengalami lebam dibagian wajah dan luka robek dibagian bibirnya.

Dikatakan oleh Iptu Deddy S.C bahwa peristiwa Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang terjadi pada tanggal 11 September 2017 lalu itu berawal dari cekcok mulut antara korban dengan tersangka.

“Korban cemburu gara-gara sms yang masuk ke handphone suaminya dari seorangan perempuan,” katanya.

Korban yang dibakar api cemburu menuding bahwa tersangka sedang selingkuh dengan wanita lain dibelakangnya atau sendang mempunyai Wanita Idaman Lain (WIL).

Tidak terima atas tuduhan istrinya itu, tersangka langsung naik pitam yang langsung melayangkan bogem mentah pada bibir korban hingga mengalami luka robek.

“Namun aksi  tersangka tidak berhenti sampai disitu saja,” ucapnya.

Karena saat korban masuk kamar untuk menghindari pertengkaran, tersangka langsung mengejarnya dan kembali melakukan pemukulan kebagian wajah korban hingga lebam-lebam.

“Korban didorong hingga jatuh ke ranjang, kemudian kedua tangan korban dipegang sambil memukul dibagian wajah hingga lebam,” terangnya.

Tidak terima atas perlakuan tersangka, akhirnya korban melaporkan kasus KDRT yang dialaminya ke Polsek Jabon agar ditindak lanjuti sebagaimana undang-undang yang berlaku.

Sementara itu, tersangka membantah tuduhan istrinya bahwa dirinya sedang selingkuh atau mempunyai WIL karena wanita yang dituduhkan oleh istrinya itu hanyalah teman biasa.

“Saya tidak mau dikatakan selingkuh, dia hanya teman biasa,” ujarnya.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan pasal 44 UU RI No.23 Tahun 2014 tentang Penghapusan KDRT yang ancamannnya 5 tahun penjara. (imams)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*