iklan

UMKM Mampu Menyerap Tenaga Kerja Hingga 90 Persen

Cak Nur saat membuka acara sosialisasi dan pelatihan UMKM Goes Online di pendopo Delta Wibawa.

SIDOARJO (beritasidoarjo.com) Ratusan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mendapat pembinaan dari Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia (Kominfo RI) di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (8/11/2017).

Mereka diberikan pelatihan dan wawasan bagaimana cara melakukan penjualan melalui online dan bekerja sama dengan pelaku bisnis e-Commerce dalam menjual produknya,

Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin, SH mengatakan bahwa terdapat 206 ribu UKM di Kabupaten Sidoarjo yang akan menjadi sasaran dari program UMKM Go Online dari Kementerian Kominfo RI.

Dikatakan oleh pria yang akrab dipanggil Cak Nur itu bahwa program Go Online UMKM ini merupakan program nasionalisasi gerakan kembali menggunakan dan mengkonsumsi produk buatan sendiri.

Dimana produk-produk pelaku UMKM tersebut harus mendapatkan perhatian dan dukungan dari negara ditengah persaingan global ini.

“Pemkab Sidoarjo juga akan memfasilitasi para pelaku usaha kecil dengan memberikan kredit pinjaman lunak melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sidoarjo,” katanya.

Diungkapkan oleh Cak Nur bahwa UMKM dipilih sebagai representasi ekonomi rakyat yang dapat menyerap tenaga kerja sekitar 90 persen dan memberikan kontribusi sebesar 58 persen pada Produk Domestik Bruto Nasional.

Berdasarkan hasil survey bahwa berjualan melalui media online dapat meningkatkan pendapatan UMKM hingga 26 persen.

“Dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja yang berimbas pada peningkatan ekonomi nasional secara berkala dan bertahap,” ungkapnya.

Roadshow kali ini merupakan roadshow pembuka dari Gerakan UMKM Go Online yang dilaksanakan secara serentak di 13 kota, yaitu Medan, Jambi, Palembang, Bekasi, Bogor, Balikpapan, Denpasar, Semarang, Tangerang Selatan, Bandung Barat, Purwakarta, Sidoarjo dan Surabaya.

Diharapkan Gerakan Nasional ini dapat menjadi gerakan yang berkesinambungan dan mencapai visi bersama, yaitu menjadikan Indonesia sebagai Digital Energy of Asia pada 2020. (imams/kominfo).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*