iklan

Pria Penuh Tato Cabuli anak Dibawah Umur

TULANGAN (beritasidoarjo.com) Edi Wibowo (19 tahun) seorang pria pengangguran warga Desa Kedondong RT 12 RW 01, Kecamatan Tulangan dijebloskan ke ruang sel tahanan oleh Unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Tulangan, Rabu (15/11/2017).

Tersangka saat digelandang ke Polsek Tulangan.

Kapolsek Tulangan AKP Nadzir Syah basri mengatakan bahwa tersangka yang tubuhnya penuh tato itu diamankan oleh anggota Reskrim Polsek Tulangan setelah ada laporan dari orang tua Bunga (14 tahun) karena telah membawa lari anak gadisnya tersebut.

Tersangka membawa lari korban pada hari sabtu (4/11/2017) sekitar pukul 20.30 WIB, dimana saat itu tersangka menghubungi korban melalui pesan WhatsApp untuk mengajak keluar membeli kopi dikawasan Desa Kemantren, Kecamatan Tulangan.

“Korban menerima ajakan tersangka. Dan korban dijemput dirumahnya,” katanya.

Kemudian tersangka mengajak korban jalan-jalan ke daerah Tanggulangin sambil mengendarai sepeda motor berdua atau berboncengan.

“Setelah puas keliling atau jalan-jalan didaerah Tanggulangin, tersangka mengajak korban untuk pulang,” ucapnya.

Namun ditengah perjalanan atau tepatnya di jalan raya Desa Ganggangpanjang, tersangka merayu korban agar mau diajak mampir kerumahnya.

Sesampainya dirumahnya, tersangka mulai menjalankan aksinya dengan merayu korban agar mau melayani nafsu bejatnya dengan janji akan dinikahi.

“Keesokan harinya, Minggu (5/11/2017) sekitar pukul 10.00 WIB korban dipulangkan oleh tersangka, namun tidak sampai dirumahnya akan tetapi korban diturunkan dipetuangan Desa Grogol,” terangnya.

Setibanya korban dirumah, orang tua korban merasa curiga melihat gelagat putrinya yang tidak seperti biasanya dan berubah menjadi pendiam.

Merasa penasaran, orang tua korban mendesak putrinya agar menceritakan apa yang sebenarnya terjadi sehingga sekarang menjadi lebih pendiam.

Orang tua korban langsung kaget ketika mendengar cerita anaknya tersebut bahwa kegadisannya telah direnggut oleh tersangka.

Tidak terima dengan perbuatan tersangka pada putrinya tersebut, orang tua korban langsung melaporkannya ke Polsek Tulangan agar segera ditindaklanjuti secara hukum.

“Setelah dilakukan pencarian selama 10 hari, tersangka akhirnya berhasil kita amankan saat berada di jembatan Tol Karang Tanjung,” jelasnya.

Dihadapan penyidik, tersangka mengaku telah menggauli korban sebanyak tiga kali dalam semalam dan tersangka sempat melarikan diri kerumah saudaranya yang berada di Pasuruan.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan pasal 82 UURI No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No.23 tahun 2002 dan atau pasal 290 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara. (imams)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*