iklan

Dinas PUPR Kabupaten Sidoarjo Akan Tertibkan Bangunan Di Sempadan Sungai

SIDOARJO (beritasidoarjo.com) Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH, M.Hum meminta kepada warga masyarakat agar tidak mendirikan bangunan disepanjang sepadan sungai karena hal itu melanggar aturan yang telah ditetapkan serta membuat sungai menjadi kotor dan penuh sampah.

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH, M.Hum saat membersihkan sampah di sungai Sekardangan, Kecamatan Sidoarjo.

Minimal 7 meter dari sungai tidak diperbolehkan mendirikan bangunan, namun banyak sungai di Kabupaten Sidoarjo yang sepadan sungainya beralih fungsi.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah saat menghadiri roadshow Sidoarjo Peduli Sungai di Kelurahan Sekardangan, Kecamatan Sidoarjo, Sabtu (25/11/2017).

H. Saiful Ilah mengatakan bahwa mulai dari sekarang warga harus peduli pada sungainya dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai harus ditumbuhkan.

Sungai yang semestinya untuk tadah air hujan juga digunakan masyarakat untuk membuang sampah rumah tangga, bukan sampah organik berupa tumbuhan air.

“Sungai itu untuk buang air bukan buang kotoran, kotorannya dibuang ditempat sampah,” katanya.

Untuk itu, ia meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sidoarjo untuk terus mengkampanyekan kepedulian sungai dan meminta kepada semua pihak mendukung program tersebut.

“Kita harus roadshow terus,” ucapnya.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sidoarjo Ir. Sigit Setyawan mengungkapkan bahwa ada tiga faktor penyebab banjir, antara lain sedimen atau endapan lumpur di sungai yang tinggi, sampah di sungai dan bangunan liar di sepadan sungai.

Permasalahan sedimen lumpur bisa dilakukan pengangkatan dengan alat berat, namun terkadang terkendala kondisi dilapangan karena sepadan sungai yang digunakan untuk mobilisasi alat berat terdapat bangunan.

“Untuk masuk kesungai ini kesulitan. Karena apa, sepadan ini yang semestinya untuk mobilisasi alat berat ternyata banyak bangunan,” ukapnya.

Untuk itu, kedepan penertiban bangunan diatas sepadan sungai akan dilakukannya karena dengan begitu normalisasi sungai dapat dilakukan dengan lancar.

“Secara bertahap akan kami lakukan penertiban bangunan di sepadan sungai sehingga harapannya kalau dinas PUPR mendatangkan alat berat tidak akan kesulitan untuk mengambil sedimennya,” ujarnya.

Berdasarkan pantauannya bahwa volume sampah di sungai Sekardangan tidak terlalu besar bila dibandingkan dengan sungai di Gedangan dan Sedati.

Namun dirinya tetap mengajak  masyarakat sekitar untuk ikut kerja bakti membersihkan sampah disungai lewat program Sidoarjo Peduli Sungai dengan harapan untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap sungainya sehingga tidak lagi membuang sampah di sungai.

“Sidoarjo bebas banjir bisa, kalau pemerintah dibantu oleh masyarakat. Jadi tidak bisa pemerintah melakukan sendiri tanpa didukung masyarakat,” pungkasnya. (imams/kominfo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*