M. Nuh Resmikan Pemasangan Tiang Pancang Pembangunan Gedung Unusida

Ketua PBNU Prof. Dr. M. Nuh, DEA bersama Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH, M.Hum meresmikan dimulainya pembangunan gedung Unusida.

SIDOARJO (beritasidoarjo.com) Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sidoarjo akan segera membangun gedung baru Universitas NU Sidoarjo (Unusida) di Jalan Lingkar Timur, Desa Rangkah Kidul-Kecamatan Sidoarjo, Minggu (10/12/2017).

Gedung baru Unusida yang rencananya berdiri diatas lahan seluas 6 hektar itu dilakukan pemancangan tiang pancang pembangunannya dengan disaksikan langsung oleh Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH, M.Hum, Ketua PBNU Prof. Dr. M. Nuh, DEA serta Ketua PWNU Jawa Timur KH. M. Hasan Mutawakkil Alallah serta para kyai pimpinan Pondok Pesantren diwilayah Kabupaten Sidoarjo.

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah mengatakan bahwa berdirinya gedung Unusida dapat dimanfaatkan sebagai pusat pengembangan dan pembelajaran generasi muda di Kabupaten Sidoarjo.

“Saya berharap keberadaan Unusida dapat difungsikan dan dimanfaatkan seoptimal  mungkin sebagai kegiatan pendidikan,” katanya.

Selain itu, ia juga berharap bahwa dengan dimulainya peresmian pemasangan tiang pancang pembangunan Unusida tersebut ada dukungan warga masyarakat.

Masyarakat Sidoarjo diharapkan peduli dalam pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan di Kabupaten Sidoarjo.

“Partisipasi dan peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam terus memajukan pendidikan diwilayahnya,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu Ketua PBNU Prof. Dr. M. Nuh meminta ada soliditas kebersamaan dalam mengelola universitas milik NU tersebut dan berharapa tidak ada polemik dalam pengelolaannya karena apabila itu terjadi, maka akan kehilangan 3 hal, yaitu keberkahan, energi dan kesempatan.

“Kekekuatan kita itu ada dikebersamaan,” ujarnya.

Mantan Menteri Pendidikan Republik Indonesia (RI) itu juga meminta agar ada adaptasi dan inovasi dalam mengelola Unusida karena adaptasi terhadap perubahan zaman harus dilakukan.

Begitu pula inovasi yang harus terus dilakukan seiring dengan perkembangan zaman anak-anak di zaman sekarang adalah anak-anak kelompok milineal dan digital native sehingga diperlukan dua hal tersebut dalam pengelolaannya.

“Kalau NU ini, Unusida ini tidak melakukan perubahan terhadap zaman sekarang. Tidak mau melakukan inovasi-inovasi dalam pengelolaan aset yang kita miliki, ya kalah dengan organisasi yang baru-baru muncul,” terangnya. (imams/kominfo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*