Bupati Sidoarjo Buka Profest 2018 Goes to East Java

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH, M.Hum membuka acara Profest 2018 di sekolah progresif Bumi Shalawat Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo.

SIDOARJO (beritasidoarjo.com) Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH, M.Hum membuka acara ajang kompetisi pelajar Progresif Festival (Profest) 2018 yang digelar sekolah progresif Bumi Shalawat Desa Lebo Kecamatan Sidoarjo, Kamis (4/1/2018).

Profest 2018 yang bertajuk Goes to East Java tersebut diikuti 522 pelajar SD/MI dan 347 pelajar SMP/MTs negeri/swasta se Jawa Timur (Jatim) yang akan beradu kemampuan dalam olimpiade Matematika dan IPA serta lomba story telling atau mendongeng dalam bahasa Inggris.

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah mengatakan bahwa Profest 2018 merupakan salah satu event strategis dalam memotivasi dunia pendidikan yang efisien dan efektif.

“Kemajuan pembangunan penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Sidoarjo salah satunya dicapai melalui kegiatan seperti ini,” katanya.

Ia berharap bahwa melalui kegiatan tersebut dapat dijadikan wahana kompetisi pelajar dalam mengukur prestasinya dan mampu memotivasi para pelajar untuk terus berprestasi.

“Saya berharap kegiatan seperti ini mampu meningkatkan motivasi seluruh peserta didik agar lebih bersemangat dalam mempelajari dan mencintai mata pelajaran akademik,” ucapnya.

Sementara itu, KH. Agus Ali Masyhuri mengungkapkan bahwa ada 4 tolak ukur kemajuan suatu negara, yaitu kualitas pendidikan, minat baca masyarakat, jumlah perpustakaan dan  jumlah toko buku.

Maka dari itu keempat hal tersebut menjadi skala prioritas untuk didorong peningkatannya agar suatu negara menjadi maju dan berkembang.

“Keempat hal ini harus benar-benar kita jadikan skala prioritas untuk mendorongnnya agar bangsa kita menjadi bangsa yang maju, bangsa yang mempunyai peradaban tinggi dan menjadi kiblat dunia. mudah-mudahan bangsa ini menjadi kiblat dunia,” ungkap ulama yang biasa dipanggil Gus Ali itu.

Untuk itu, ia mengajak semua pihak untuk berbenah dan menata pendidikan yang dapat diawali dari diri sendiri karena kualitas pendidikan yang dimiliki merupakan investasi masa depan.

“Jangan harap masa depan cerah tanpa kesiapan menata pendidikan yang dimilikinya,” ujarnya.

Untuk itu, Progresif Festival diselenggarakan sebagai edukasi nyata agar masyarakat mempunyai kesadaran akan pendidikan.

Ketua Panitia Profest 2018 Aninda Yulianti menerangkan bahwa kegiatan Profest 2018 adalah kegiatan rutin dari sekolah progresif Bumi Shalawat dan tahun ini adalah yang ketiga diselenggarakannya.

Tujuan dari Profest adalah untuk menggali bakat dan minat pelajar SD dan SMP di Jatim serta sebagai media promosi sekolah progresif Bumi Shalawat.

“Penyelenggaraan Profest mendapat sambutan baik dari seluruh sekolah di Jatim,” terangnya.

Hal itu dibuktikan dengan makin meningkatnya peserta Profest tiap tahunnya dan tahun 2018 ini dari 869 peserta masih dimungkinkan akan terus bertambah. (imams/kominfo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*