Perangkat Diduga Lakukan Pungli Prona, Warga Janganasem Segel TKD

Warga Dusun Janganasem melakukan unjuk rasa menuntut oknum Perangkat Desa Trompoasri yang diduga melakukan Pungli Prona diadili.

JABON (beritasidoarjo.com) Puluhan warga Dusun Janganasem, Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon melakukan aksi unjuk rasa menuntut perangkat desa agar tidak mengelolah sawah ganjaran atau Tanah Kas Desa (TKD) yang berada di Dusun Janganasem, Minggu (8/4/2018).

Mukhamaludin (52 tahun) salah satu pengunjuk rasa mengatakan bahwa aksi protes yang dilakukan oleh warga adalah bentuk wujud protes dan rasa kekesalan warga atas ulah oknum perangkat desa yang telah melakukan Pungli Prona tahun 2013 dan tahun 2014 lalu.

“Kami kesal karena sampai saat ini belum ada tindak lanjut proses secara hukumnya,” katanya.

Diungkapkan oleh Mukhamaludin bahwa perangkat desa  yang dimaksud telah melakukan penarikan uang sebesar Rp 700 ribu sampai Rp 5 juta setiap orang yang mengajukan pengurusan sertifikat tanah melalui Prona tahun 2013 dan 2014.

Untuk itu, warga berharap kepada aparat penegak hukum agar segera melakukan penindakan kepada perangkat desa yang telah melakukan Pungli Prona.

“Kami berharap kepada instansi terkait, kepolsian maupun Pemerintah Kabupaten Sidoarjo segera menindak tegas aparatur desa yang melakukan pungli Prona. Sedangkan aturannya sudah jelas dari pemerintah pusat, tidak boleh memungut biaya pada warga,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Aril (40 tahun) bahwa aksi unjuk rasa ini adalah yang kedua kalinya, dimana beberapa waktu lalu (2/4/2018) mereka telah melakukan aksi unjuk rasa didepan Kantor Kecamatan Jabon.

Saat itu para pengujuk rasa ditemui jajaran Forum Koordinasi Kecamatan (Forkopimka) Jabon dan Camat Jabon Agus Sudjoko akan tetapi tidak ada hasilnya dan perangkat desa yang bermasalah tetap melakukan aktivitas di Balai Desa Trompoasri.

“Pada intinya kami meminta agar perangkat desa segera diproses secara hukum dan diberhentikan secara tidak hormat,” tegasnya.

Warga mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Bupati Sidoarjo dengan mengerahkan massa yang lebih besar apabila tuntutannya tidak didengar oleh pihak-pihak terkait. (imams)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*