Jalan Raya Jati Diperbaiki, Truk Besar Dilarang Melintas

SIDOARJO (beritasidoarjo.com) Kendaraan besar seperti truk kontainer dan truk box dilarang melewati akses jalan dari arah Krian menuju exit tol Sidoarjo maupun menuju Kota Sidoarjo karena ada pelaksanaan proyek pengerukan jalan raya Jati.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sidoarjo M. Bahrul Amiq saat melakukan survei lokasi di jalan raya Jati bersama petugas dari PT. Jasa Marga Cabang Surabaya-Gempol, Konsultan Perencana dan Satlantas Polresta Sidoarjo, Jumat (13/4/2018).

Selama proses perbaikan, truk besar dilarang melintas di jalan raya Jati-Sidoarjo.

M. Bahrul Amiq mengatakan bahwa pelebaran dan pengerukan jalan raya Jati dilakukan untuk mengatasi terjadinya benturan kendaraan dengan girder tol.

“Pengerukan pada jalan raya, agar jarak antara jalan dengan girder tol semakin tinggi,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa rencana pengerukan dan juga pelebaran jalan yang sedang berlangsung tersebut adalah merupakan sebagian dari program penataan lingkungan oleh Dishub Kabupaten Sidoarjo.

Proyek ini adalah untuk menambah jarak antara jalan dengan tol agar tidak terlalu ngepres yang sering terjadi kepada kendaraan besar membentur girder tol.

“Rencananya akan kita mulai minggu depan,” jelasnya.

Ketinggian jalan akibat dari proses peningkatan jalan membuat jarak antara jalan raya dengan girder tol semakin pendek.

Diungkapkan oleh Bahrul Amiq bahwa selama proses pengerjaan pelebaran dan pengurukan jalan tersebut, pihaknya akan bekerjasama dengan PT. Jasa Marga sebagai pelaksana proyek.

“Selama proyek berlangsung, akan ada pengalihan arus yang akan diatur oleh petugas Satlantas Polresta Sidoarjo,’’ ungkapnya.

Djamal Abubakar Konsultan Perencana dari PT. Indec Internusa menuturkan bawa sasaran utama dalam rencana proyek kali ini adalah menurunkan jalan raya agar kendaraan besar dan tinggi tidak menabrak girder tol.

“Agar tidak nyundul, kalau nyundul bisa merusak girder dan truknya. Jadi untuk menurunkan, kita harus kasih jalan sementara untuk pengalihan arus selama proyek berlangsung,” tutur Djamal.

Rencananya jalan raya jati sepanjang 375 meter yang melintas dibawah tol akan dikeruk sedalam 30 sentimeter dan diperkirakan membutuhkan waktu selama 2 bulan untuk menyelesaikannya.

Sementara itu, Waka Satlantas Polresta Sidoarjo AKP I. Gusti Made Merta menegaskan bahwa saat proyek perbaikan jalan raya Jati berlangsung, arus kendaraan dari arah Krian ke Sidoarjo, terutama truk yang tingginya melebihi 4,1 meter akan dialihkan ke arah Sukodono maupun ke arah Kletek atau ke arah Kelopo Sepuluh menuju Gedangan.

Untuk kendaraan dari arah exit tol maupun Kota Sidoarjo tetap normatif tidak ada perubahan, namun dilewatkan jalan baru sepanjang 150 meter.

“Dalam pengalihan arus untuk kendaraan besar nantinya diharap maklum karena ada perbaikan jalan agar kendaraan tidak sundul atau menabrak girder tol,” tegasnya. (imams)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*