Petugas Gabungan Tertibkan Bangli Arteri Porong

Petugas membakar lapak PK5 yang berdiri di sepanjang jalan raya arteri Porong.

PORONG (beritasidoarjo.com) Sebanyak 150 orang petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI dan Polri melakukan penertibkan bangunan liar (Bangli) di sepanjang jalan raya arteri Porongm Rabu (18/4/2018).

Yani Setiawan Kepala Bidang Operasional dan Penindakan (Kabid OP) Satpol PP Kabupaten Sidoarjo mengatakan bahwa penertiban dilakukan secara berkala di sepanjang jalan raya arteri Porong.

“Penertiban di jalan raya arteri Porong dilakukan di dua jalur, yakni jalur Surabaya-Malang dan sebaliknya,” katanya.

Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sidoarjo No.10 Tahun 2013 tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat bahwa penertiban Bangli dilakukan untuk mengembalikan fungsi fasum dan fasos yang ada.

“Agar kedepan keberadaan fasum dan fasos yang ada tidak menggagu arus lalu lintas di jalan raya tersebut,” ucapnya.

Diungkapkan oleh Yani Setiawan bahwa arus lalu lintas di jalan raya arteri Porong kondisinya cukup padat sehingga penertiban Bangli atau pedagang kaki lima (PK5) perlu dilakukan agar tidak menghambat laju kendaaraan yang dapat menyebabkan kemacetan.

“Sebab kendaraan bertonase berat kerap berhenti atau parkir di pinggir jalan,” ungkapnya.

Sementara itu menanggapi berdirinya Bangli PK5 yang berada di area pesawahan atau diluar pembatas jalan raya arteri Porong, Yani menegaskan bahwa hal itu bukan menjadi tanggung jawab dari Satpol PP Kabupaten Sidoarjo.

“Itu bukan hak kami. Namun kami akan bekerjasama dengan Balai Besar, bagaimana untuk mencegah pelanggaran terhadap kegiatan-kegiatan lain, selain kegiatan jalan itu sendiri,” tegasnya.

Dalam penertiban Bangli di sepanjang jalan raya arteri Porong itu, petugas menggunakan alat berat untuk melakukan pembongkaran paksa dan selanjutnya dipasang papan himbaun larangan untuk tidak mempergunakan jalan trotoar jalur hijau selain peruntukannya. (imams)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*