ABK Perlu Penanganan Secara Multidimensi

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH, M.Hum bersama ratusan ABK di pendopo Disporapar Kabupaten Sidoarjo.

SIDOARJO (beritasidoarjo.com) Memperingati Hari Peduli Autis Sedunia sekaligus Hari Kesehatan Pendengaran Internasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menyelenggarakan berbagai macam kegiatan, diantaranya talkshow tentang autisme, konseling orang tua Anak Berkebutuhan Khusus (ABK),  jalan sehat, lomba mewarnai, melukis, peragaan busana dan pentas seni ABK serta bersih-bersih telinga.

Kegiatan yang diikuti oleh 269 ABK dari 83 lembaga sekolah inklusi itu, dibuka oleh Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH, M.Hum itu diselenggarakan di pendopo Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo, Minggu (22/4/2018).

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah mengatakan bahwa keberadaan ABK perlu penanganan secara multidimensi, baik penanganan di segi kesehatan, pendidikan, sosial maupun ekonomi.

“ABK adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya,” katanya.

Diungkapkan oleh H. Saiful Ilah bahwa ABK adalah anak luar biasa, karakteristik dan hambatan yang dimiliki ABK memerlukan pelayanan pendidikan khusus.

Pendidikan khusu tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan dan potensi masing-masing ABK, seperti ABK tunanetra yang memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan braille.

“Begitu pula pada ABK tuna rungu dan wicara yang memerlukan deteksi dini dengan alat bantu serta bahasa-bahasa isyarat,” ungkapnya.

Ia berharap pada peringatan Hari Peduli Autis Sedunia dan Hari Kesehatan Pendengaran Internasional tahun ini dapat menggugah masyarakat untuk peduli pada sesamanya.

“Solidaritas dan kebersamaan terhadap ABK yang ada dapat terus meningkat,” harapanya.

Ia juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk ikut mendukung program pembangunan sosial karena dengan dukungan tersebut penanganan ABK di Kabupaten Sidoarjo akan meningkatkan kualitas manusia Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kabupaten Sidoarjo Drs. Ec. Asrofi menjelaskan bahwa melalui kegiatan seperti ini diharapkan masyarakat Sidoarjo paham pentingnya kesehatan pada anak.

“Melalui kegitan talkshow tentang autisme serta konseling orang tua ABK, diharapkan masyarakat mengerti seperti apa gejala umum pada ABK,” jelasnya.

Sedangkan melalui kegiatan jalan sehat bersama, ia ingin mengajak ABK untuk mengenal lingkungan sosial dan membiasakan berolahraga sedini mungkin.

Pentas seni juga akan ditampilkan dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Peduli Autis Sedunia tahun 2018 ini dengan tujuan untuk memaksimalkan potensi ABK di Kabupaten Sidoarjo.

“ABK yang hadir dalam kegiatan ini terdiri dari anak dengan hambatan pendengaran, anak dengan autisme, anak dengan hambatan intelektual, anak dengan hambatan gerak dan anak dengan hambatan kesulitan belajar,” ujarnya. (imams/kominfo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*