Edarkan Pil Koplo, Pemuda Pengangguran Diamankan Polisi

Tersangka Rizal Yulianto beserta barang bukti diamankan di Polsek Jabon.

JABON (beritasidoarjo.com) Rizal Yulianto (24 tahun) pria pengangguran asal Dusun Ngingas RT 01 RW 01, Desa Balongtani, Kecamatan Jabon harus meringkuk dibalik jeruji besi sel tahananan Polsek Jabon setelah terjaring razia Operasi Tumpas Narkoba 2018, Jumat (27/4/2018).

Tersangka kedapatan mengedarkan pil koplo dengan logo Y yang disembunyikan pada kotak bekas margarin berjumlah 7 kantong plastik masing-masing berisi 10 butir dan plastik berukuran kecil berisi 3 butir.

Serta 1 kantong plastik berwarna hitam berisi 10 plastik kecil yang masing-masing berisi 10 butir beserta uang sebesar Rp 200 ribu diduga hasil penjualan dan 1 buah handpobe disita sebagai barang bukti.

Kapolsek Jabon AKP Saadun mengatakan bahwa penangkapan tersangka terjadi sekitar pukul 21.30 WIB pada hari Kamis (19/4//2018) lalu, dimana terlebih dulu pihaknya berhasil mengamankan tersangka lain yang berinial IZ (15 tahun) warga Dusun Janganasem, Desa Trompoasri.

“Setelah IZ diamankan dan dibawa ke Polsek Jabon untuk dimintai keterangan, IZ mengaku bahwa pil berlogo Y itu baru saja dibelinya dari seseorang yang berada di Jabon,” katanya.

Berbekal dari keterangan IZ itulah, anggota Polsek Jabon melakukan pengembangan dan akhirnya berhasil menangkap tersangka Rizal Yulianto di warung kopi yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Diungkapkan oleh AKP Saadun bahwa saat mengamankan IZ tidak segampang yang dibayangkan karena selain sempat terjadi kejar-kejaran dengan petugas, barang bukti juga sempat dibuang dipinggir jalan raya.

“Namun berkat kejelihan dan kesigapan anggota, barang bukti itu dapat ditemukan kembali. Selanjutnya dilakukan pengembangan terhadap tersangka RY,” ungkapnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan secara intensif, kembali ditemukan barang bukti yang disembuyikan didalam potongan bambu ditempat tongkorongannya.

Sementara itu dihadapan penyidik, tersangka Rizal Yulianto mengakui perbuatannya yang sudah 1 tahun mengedarkan serta menjual pil logo Y yang dibelinya dari seseorang diwilayah pasuruan.

“Setiap plastik kecil berisi 10 butir dijual seharga Rp 20 ribu. Uang hasil penjualan habis untuk kebutuhan sehari-hari,” akunya.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan pasal 196 dan atau pasal 197 UU RI No.36 Th 2009 tentang kesehatan yang acamannya penjara diatas 10 tahun. (imams)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*