Harga Kedelai Naik, Pengrajin Tempe Terpaksa Kurangi Takaran

Suwiliyat sedang meniris tempe yang sudah dikemas.

WONOAYU (beritasidoarjo.com) Naiknya harga kedelai cukup berdampak bagi pengrajin tempe yang ada diwilayah Kabupaten Sidoarjo sehingga para pengrajin tempe harus memutar otak agar para pembeli tidak lari dan beralih kepada makanan lainnya.

Suwiliyat (29 tahun) salah satu pengrajin tempe asal Desa Wonokasian RT 02 RW 01, Kecamatan Wonoayu mengatakan bahwa meskipun kedelai yang merupakan bahan baku tempe itu naik selama tiga bulan ini, namun dirinya tidak bisa menaikkan harga jual tempe hasil produksinya.

“Mulai awal bulan Juli lalu, harga kedelai naik antara Rp 100 hingga Rp 150 perkilonya,” kata Suwiliyat, Kamis (13/9/2018).

Dikatakan oleh Suwiliyat bahwa mulai tiga bulan yang lalu, harga kedelai terus merangkak naik dari Rp 6300/Kg menjadi Rp 7600/Kg.

Untuk itu, ia terpaksa harus mengurangi takaran terhadap kemasam tempenya untuk menyiasati tingginya harga bahan baku tersebut.

“Kalau dinaikkan harga tempenya, pelanggan saya yang ngambek dan tidak mau ambil. Selain itu, banyak ada juga pelanggan yang  komplain,” katanya.

Ia juga menerangkan bahwa sebelum harga kedelai naik setiap bungkus berisi 160 gram kedelai, namun setelah harga kedelai naik setiap bungkusnya menjadi 130 gram.

“Terpaksa mengurangi takarannya, tapi harga tetap Rp 2000 perbungkus. Kalau gak gitu, saya rugi mas,” terangnya.

Namun ia tidak mau dikatakan curang, sebab semua pelanggannya sudah diberi tahu bahwa takarannya dikurangi untuk menekan kerugian dari harga kedelai yang terus merangkak naik semanjak 3 bulan yang lalu.

Pria yang memiliki satu orang anak itu berharap agar pemerintah segera mencarikan solusinya agar harga kedelai tidak terus merangkak naik dan bisa normal kembali seperti sediakala.

“Saya berharap pemerintah bisa mencari solusi agar harga kedelai tidak sampai terlalu lama naiknya dan bisa normal lagi karena selama saya mengurangi takarannya, kadang pembeli banyak yg komplin,” harapnya.

Dalam menjalankan usahanya, setiap hari ia menghabiskan 150 Kg kedelai dengan tujuh orang pekerja yang ikut membantu mengelolah usaha tempenya. (imams)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*