Hapus Citra Buruk, Bangunan Eks Lokalisasi Krengseng Rata Dengan Tanah

Anggota Satpol PP Kecamatan Krian melakukan pembongkaran Bangli di eks lokalisasi Krengseng dengan menggunakan alat berat.

KRIAN (beritasidoarjo.com) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Krian melakukan pembongkaran terhadap puluhan Bangunan Liar (Bangli) eks lokalisasi Krengseng di Dusun Mulyodadi, Kelurahan Kemerakan, Senin (8/10/2018).

Puluhan Bangli eks lokalisasi Krengseng yang berdiri di sepanjang jalan Kelurahan Kemerakan menuju Desa Jeruk Gamping itu diratakan dengan tanah oleh anggota Satpol PP Kecamatan Krian dengan menggunakan alat berat.

Camat Krian Agustin Iriani, SH mengatakan bahwa pembokaran Bangli yang berada di eks lokalisasi Krengseng itu bertujuan untuk mengembalikan fungsi yang sebenaranya, yaitu sebagai akses jalan desa.

“Saya tidak menggusur, saya hanya melakukan penataan dan merelokasi para penghuni Bangli yang ada disitu untuk dipindahkan ke Rusunawa,” katanya.

Agustin Iriani menjelaskan bahwa sebelum melakukan pembongkaran terhadap eks lokalisasi tersebut terlebih dulu pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada para penghuninya agar melakukan pembongkaran sendiri.

Selain itu, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada para penghuni Bangli di eks lokalisas Krengseng untuk segera pindah ke Rusunawa karena tanah yang mereka tempati merupakan akses jalan desa.

“Jauh hari saya sudah memberitahukan bahwa akan ada pembongkaran Bangli dan para penghuninya akan dipindahkan ke Rusunawa. Tanah yang mereka tempati memang bukan hak mereka, tanah tersebut merupakan akses jalan desa,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pembongkaran Bangli di eks lokalisasi Krengseng yang sudah ditempati sejak puluhan tahun itu dilakukan untuk menghilangkan citra buruk wilayahnya.

“Nama dusunnya sebenarnya bagus, Dusun Mulyodadi. Karena lokasi eks Krenseng itu sudah terkenal buruk, saya akan menghilangkan citra buruk itu dengan merelokasinya dan para penghuni akan dipindahkan ke Rusunawa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Tambak Kemerakan Muhammad Hadi Wikancono menyampaikan bahwa pembongkaran Bangli yang terletak di Dusun Mulyodadi RT 11 tersebut sudah dilakukan pemberitahuan sejak 9 bulan yang lalu.

Menurut Hadi Wikancono bahwa dalam proses sebelumnya, warga yang tinggal di eks lokalisasi Krengseng sempat meminta ganti rugi terhadap bangunan milik mereka, namun hal itu tidak dapat dikabulkan.

“Kalau untuk ganti rugi, jelas tidak bisa. Karena bangunan mereka ilegal,” sampainya. (imams)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*