Kartarkab Sidoarjo Inginkan Pemilu 2019 Damai, Bersih Tanpa Money Politic

Cak Nur saat membuka acara Dialog Publik Pemilu 2019 Damai, Bersih Tanpa Money Politic yang digagas Kartarkab Sidoarjo di aula Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo.

SIDOARJO (beritasidoarjo.com) Karang Taruna Kabupaten (Kartarkab) Sidoarjo berharap Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 dapat berjalan dengan damai, bersih tanpa adanya money politic atau politik uang.

Hal itu disampaikan oleh Imam Safi’i Ketua Kartarkab Sidoarjo seusai acara Dialog Publik dengan tema Pemilu 2019 Damai, Bersih Tanpa Money Politic di aula Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo, Minggu (21/10/2018).

Menurut Imam Safi’i bahwa semenjak Pemilu 1999 gejala money politic sudah mulai dan disinyalir masih terjadi hingga Pemilu 2009 lalu, namun hingga kini belum ada yang tertangkap ataupun diproses secara hukum.

“Money politic itu ibaratnya seperti kentut ada baunya, namun tidak ada wujudnya,” sampainya.

Namun demikian Kartarkab Sidoarjo bertekad untuk memerangi money politic tersebut yang merupakan sebuah kejahatan dalam Pemilu dan proses demokrasi di Indonesia.

Dikatakan oleh Imam Safi’i bahwa akibat dari money politic dalam proses Pemilu dan Pemilukada banyak para pejabat yang sudah jadi tersangkut masalah korupsi karena ingin mengembalikan biaya politik yang besar pada saat pencalonan.

“Untuk itu, sudah kami siapkan 10 sampai 20 kader Kartar di setiap desa/kelurahan sebagai Satgas anti money politic,” katanya.

Kartarkab Sidoarjo akan melaporkan setiap Calon Legislatif (Caleg) ataupun partai ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sidoarjo apabila terbukti melakukan money politic saat kampanye ini.

Ia juga bertekad akan mengawal proses hukumnya hingga inkracht atau sampai ada ketetapan hukum yang mengikat terhadap para pelaku money politic di Kabupaten Sidoarjo.

“Selama ini tidak ada proses hukum kepada para pelaku money politik. Untuk itu akan kami kawal hingga selesai jika ada pelaku money politik yang tertangkap,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin, SH menuturkan bahwa pihaknya mengapresiasi acara Dialog Publik Pemilu 2019 Damai, Bersih Tanpa Money Politik yang diselenggarakan oleh Kartarkab Sidoarjo dengan menghadirkan Ketua KPUD Sidoarjo M. Zainal Abidin dan Pemerhati Politik Ludy Eko Pramono di aula Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo itu.

Untuk itu pria yang akrab dipanggil Cak Nur itu mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda untuk menjadi contoh dalam menciptakan Pemilu berkualitas dan harus tegas menolak bila ada tawaran money politic.

“Harus tegas menolak bila ada tawaran money politic,” tuturnya.

Cak Nur juga merasa salut dan terharu kepada Kartarkab Sidoarjo yang mempunyai pemikiran serta gagasan untuk mengadakan dialog tentang money politic yang sudah menjadi penyakit kronis dialam demokrasi Indonesia.

”Saya sangat terharu dan salut, justru dari anak-anak muda yang mempunyai pemikiran seperti itu. Dengan adanya pola pikir yang bagus, pelaksanaan demokrasi kita akan bermartabat, berkualitas,” ujarnya.

Ia berharap acara dialog publik tentang Pemilu anti money politic itu akan terus merasuk kepada anak-anak muda dan nantinya anak-anak muda sendiri yang bergerak mensosialisasikan agar supaya pelaksanaan moment politik itu betul-betul menjadi bersih dan bermartabat.

Sehingga semakin hari pelaksanaan Pemilu, baik Pileg maupun Pilkada akan berkualitas karena anak-anak muda sendiri yang mempunyai kepedulian bersosialisasi.

“Harapan saya, kegiatan ini tidak hanya berhenti dalam bentuk seminar saja. Tetapi akan diteruskan dan disebarluaskan secara masif kemasyarakat. Menjadi virus positif sehingga nantinya masyarakat juga akan mengerti tentang haknya, bukan malah melakukan transaksi politik. Mereka bisa memilih dengan hati nuraninya dalam rangka untuk mencari pemimpin yang baik dan berkualitas,” terang Cak Nur. (pram)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*