Hadirkan Tiga Narasumber, Dinkes Gelar Seminar Lansia

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH, M.Hum seusai membuka acara Seminar Lansia di Pendopo Delta Wibawa.

SIDOARJO (beritasidoarjo.com) Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH, M.Hum membuka acara Seminar Lanjut Usia (Lansia) yang diselenggarakan di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (30/10/2018).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo itu dihadiri 200 orang dengan mengupas masalah kesehatan dan penyakit pada Lansia.

Ada tiga narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut, diantaranya dari Dinkes Provinsi Jawa Timur (Jatim), Direktur Akademi Gizi Surabaya serta Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo.

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah mengatakan bahwa untuk membuat Lansia sehat diawali sejak sebelum menjadi Lansia, untuk itu menjadikan Lansia yang sehat, mandiri dan produktif perlu terus memaksimalkan pelayanan Posyandu hingga Puskesmas.

“Untuk membuat Lansia sehat diawali dari sebelum menjadi Lansia sehingga pada saat memasuki masa Lansia tetap sehat, bugar, mandiri, produktif tidak tergantung pada keluarga,” katanya.

Diungkapkan oleh H. Saiful Ilah bahwa pemeliharan kesehatan Lansia hendaknya lebih mengutamakan promotif dan preventif.

Dukungan pelayanan kuratif dan rehabilitatif yang berkualitas di fasilitas-fasilitas kesehatan sangat dibutuhkan karena penanganan kasus penyakit pada Lansia tidak mudah.

“Penyakit pada Lansia umumnya merupakan penyakit degeneratif, kronis dan multidiagnosis. Dengan demikian penanganannya membutuhkan waktu dan biaya tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Sidoarjo dr. Ika Harnasti menjelaskan bahwa ada 168.738 orang Lansia di Kabupaten Sidoarjo yang berusia lebih dari 60 tahun.

Data hasil evaluasi pelayanan kesehatan Lansia sampai bulan September 2018 lalu diketahui jumlah Lansia yang diperiksa kesehatannya sebanyak 112.785 orang atau sebesar 49,5 persen.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini seluruh Puskesmas di Kabupaten Sidoarjo menjadi Puskesmas Santun Lansia dan RSUD Sidoarjo juga mulai merintis pelayanan Giatri dengan tim terpadu.

“Seratus persen Puskesmas telah melayani Puskesmas Santun Lansia tingkat Pratama maupun Madya walaupun belum Paripurna,” jelasnya.

Ditegaskan oleh dr. Ika Harnasti bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo selalu memberikan perhatian kepada Lansia yang ada dengan melakukan pembinaan kepada organisasi Lansia.

Ada 350 Karang werda yang dibina dan sebanyak 687 Posyandu Lansia yang juga mendapat binaan dari Pemkab Sidoarjo.

“Saat ini ada sebanyak 9.155 kader Lansia yang aktif di Posyandu,” tegasnya.

Menurut Ika Harnasti bahwa dari laporan penyakit terbanyak Lansia di Indonesia adalah penyakit hipertensi, Rheumatoid Arthritis serta pernafasan.

Namun berbeda pada Lansia di Kabupaten Sidoarjo yang ada adalah penyakit degenerative, yaitu penyakit sepagia, kelainan mata dan hipertensi.

Ia berharap melalui Seminar Lansia seperti ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang masalah Lansia karena penanganan penyakit-penyakit tersebut tidak mudah.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan dan permasalahannya,” pungkasnya. (imams/kominfo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*