Petani Menjerit, Harga Garam Turun Drastis

Para petani di Desa Tambak Cemandi sedang memanen garam.

SEDATI (beritasidoarjo.com) Harga garam krasak dari petani di Kabupaten Sidoarjo mengalami penurunan signifikan bahkan masuk dalam kategori terendah di penghujung musim kemarau ini.

Saat ini harga garam ditingkat petani berkisar antara Rp 55 ribu sampai Rp 60 ribu per karung, jauh lebih murah bila dibandingkan pada musim panen tahun lalu yang mencapai kisaran hingga Rp 250 ribu per karung.

Abdul Aziz (71 tahun) salah satu petani garam di Desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati mengatakan bahwa saat ini sedang mendekati puncak panen garam dan dalam 7 hari kedepan, para petani sudah mulai disibukkan dengan aktivitas memanen garam.

“Saat ini harganya termurah di musim panen (garam,red) tahun ini,” kata Abdul Aziz, Senin (5/11/2018).

Pria yang akrab dipanggil Abah Azizitu  menjelaskan bahwa saat ini dirinya memiliki lahan tambak garam seluas 37 hektare dengan pekerja sekitar 150 tenaga kerja, dimana setiap hektarenya mampu menghasilkan garam sebanyak 2.000 sak hingga 2.500 sak.

Garam hasil panen dari tambaknya tersebut dijual ke perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Sidoarjo dan sebagiannya dijual ke para tengkulak dari luar Kabupaten Sidoarjo.

“Kalau dari petani per sak seharga Rp 55 ribu,“ jelas Abah Aziz.

Sementara itu, Sunaryo (65 tahun) salah satu pekerja pembuat garam asal Kalianget-Sumenep yang sudah 28 tahun menekuni pekerjaan tersebut berharap bahwa pada saat musim panen seperti ini seharusnya harga garam tidak mengalami penurunan agar para petani garam bisa menikmati hasil panen dengan senang hati.

“Kami berharap pemerintah membantu para petani garam untuk menstabilkan harga garam agar para petani bisa menikmati hasilnya,” harapnya. (imams)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*