Gasak Taksi Online, Residivis Asal Porong Diamankan Polisi

Tersangka beserta barang bukti diamankan di Mapolresta Sidoarjo.

SIDOARJO (beritasidoarjo.com) Karnoto (44 tahun) warga Kelurahan Gempolsampurno, Kecamatan Porong terpaksa diamankan anggota Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota (Satreskrim Polresta) Sidoarjo, Kamis (29/12/2018).

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muh Harris mengatakan bahwa tersangka diamankan oleh anggotanya setelah mendapatkan laporan dari seorang sopir taksi online, dimana mobil Toyota Avanza dengan Nomor Polisi (Nopol) N 1801 XX miliknya dibawa oleh tersangka.

Selain membawa lari kendaraan, tersangka juga berhasil menggasak 2 unit Hand Phone (HP) milik korban yang ada didalam mobilnya.

“Modus tersangka, yakni berpura-pura menjadi penumpang taxi online dan mengaku sebagai anggota Polisi,” katanya.

Diungkapkan oleh Kompol Muh Harris bahwa saat itu tersangka berada di sekitar Alun-alun Sidoarjo memesan taxi online untuk di antarkan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Pusdik Gasum Porong.

Kemudian korban menjemput tersangka di Alun-alun Sidoarjo dan mengantarkannya ke RS Bhayangkara Pusdik Gasum Porong dengan duduk didepan disamping korban yang sedang menyetir.

“Selama perjalanan, tersangka mengaku sebagai anggota polisi dengan cara meletakkan borgol diatas dashboard mobil,” ungkapnya.

Dijelaskan oleh Harris bahwa setelah sampai di RS Bhayangkara Pusdik Gasum Porong, tersangka hanya mengajak korban berputar-putar saja. Kemudian tersangka mengajak korban makan di Kantin  RS Bhayangkara Pusdik Gasum Porong.

Saat di kantin itulah, tersangka meminjam kunci mobil dengan alasan untuk mengambil borgol yang tertinggal di dalam mobil milik korban.

“Setelah kunci diberikan, saat itulah tersangka beraksi. Dua buah HP milik korban yang tertinggal di dalam mobil juga ikut dibawa kabur,” jelasnya.

Korban yang menunggu cukup lama di area parkir RS Bhayangkara Pusdik Gasum Porong mulai curiga karena tersangka tidak kunjung kembali.

Korban yang mulai curiga, kemudian mengecek mobilnya di tempat parkir, namun tidak ada, begitu juga dengan tersangka. Peristiwa itu langsung dilaporkan korban ke Polresta Sidoarjo.

“Baru empat hari kemudian tersangka menjual 1 unit kendaraan Toyota Avanza warna putih dengan harga Rp 20 juta,” ucapya.

Diterangkan oleh Harris bahwa tersangka merupakan residivis dalam perkara yang sama dan pernah dihukum kurungan penjara 2 kali, yaitu di Lapas Bangil-Pasuruan selama 1 tahun 2 bulan pada tahun 2015 dan di Lapas Malang selama 1 tahun 4 bulan pada tahun 2016.

“Mudah-mudahan setelah tertangkap ketiga kalinya ini, tersangka mau tobat,” terangnya.

Akibatnya, tersangka akan dijerat dengan pasal 378 dan pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan yang ancaman hukumannya 5 tahun penjara. (imams)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*