”Warung Kopi” Dan Cafe Remang-remang Di Krian Kian Menjamur

Suasana cafe di Pasar Baru Krian pada siang hari.

KRIAN (beritasidoarjo.com) Seruan keprihatinan yang disampaikan para ulama Sidoarjo kepada Bupati H.Saifullilah terkait banyaknya cafe remang-remang yang menyediakan minuman keras (miras) dan purel agaknya perlu mendapat perhatian yang serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dan jajarannya.

Di wilayah Kecamatan Krian, cafe yang menyuguhkan miras dan purel dengan pengiring musik baik dari CD (Compact Disc) maupun secara langsung (live) sangat banyak sekali sampai masuk ke desa-desa.

Pemerintah Desa (Pemdes) dan Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Krian telah melakukan pembinaan dari mulai pemberian teguran sampai dengan  pemanggilan pengelola café.

Dari data yang ada di wilayah Kecamatan Krian terdapat 20 buah café, rumah bilyard, warkop, yang terletak dibeberapa lokasi.

“Sejauh ini dari pihak Kecamatan Krian sudah memberikan teguran dan pemanggilan kepada seluruh pemilik dan pengelola tempat-tempat yang diduga menyediakan miras, namun semuanya mengatakan tidak menyediakan miras,” kata Drs.Zainal Arifin Kasi Tramtib Kecamatan Krian, Rabu (1/2/2012).

Seperti halnya Pasar Baru Krian (PBK), banyak sekali terdapat café dan warung remang-remang yang sebagian besar menyediakan miras.

Pada malam hari di lantai atas ada beberapa café yang menyediakan live musik dan purel.

Sedangkan pada siang hari kondisi PBK sangat sepi hanya ada sebagian yang buka, tapi bila malam hari kondisinya sungguh memprihatinkan.

Karena perempuan dengan pakaian menggoda banyak bertebaran dan terlihat remaja belasan tahun  berkaraoke ditemani purel yang masih muda-muda.

“Untuk KR café yang di komplek PBK sudah pernah mengajukan ijin ke Dinas Pariwisata. Tapi karena tempatnya di pasar maka untuk pengajuan ijin harus ada rekom dari Dinas Pasar, jadi sampai saat ini belum ada ijinnya” tambah  Arifin.

Pasar sesuai fungsinya digunakan untuk menampung para pedagang dan pembeli untuk melakukan sebuah transaksi ekonomi.

Maka dari itu perlu adanya ketegasan dari Dinas Pasar dan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Sidoarjo serta instansi terkait dalam menjaga kondisi pasar tetap dalam fungsinya.

“Dinas Pasar tidak akan pernah mengeluarkan rekom terkait ijin café-café yang ada di PBK, karena kami akan kembalikan pasar sesuai dengan fungsinya. Sebenarnya kami sudah pernah melayangkan surat teguran kepada para pengelola café untuk tidak menjual miras tapi tetap saja hal itu terjadi,”ungkap H.Joko  Ka.UPT Pasar Krian.

Lain lagi dengan kondisi “warung kopi” atau rumah bilyard yang ada di Desa Terung , terlihat masih banyaknya pihak pengelola yang menerima pelanggannya masih berpakaian seragam sekolah dan pada saat jam pelajaran.

”Saya sudah sering turun langsung ke lapangan dan memanggil pemilknya, jangan  sampai menjual miras dan membiarkan anak sekolah datang, tapi ya satu dua hari saja kondisi seperti itu terus kembali seperti semula. Saya sekarang hanya bisa berusaha lahir dan senantiasa berdoa agar sebutan desa ini dikembalikan seperti yang dulu yaitu sebagai desa santri,” ungkap Kojim Kades Terung Wetan.

Namun apa yang dilakukan berbeda dengan Kades Terung Kulon, Joko Sarwono, saat dimintai pendapatnya tentang banyaknya warung remang-remang dan cafe didesanya yang menjual miras.

“Bukan di Terung Kulon saja, dilain tempat juga ada, mereka kan mencari penghidupan,” kata Joko Sarwono singkat. (muclis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

bpdam