SDN Sumput Kondisinya Sangat Memprihatinkan

Para siswa yang harus masuk pagi dan siang, akibat kurangnya ruang kelas.

SIDOARJO (beritasidoarjo.com) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dinilai kurang peduli terhadap dunia pendidikan.

Hal itu disampaikan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sidoarjo, I Wayan Dendra, setelah melihat langsung kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sumput, Kecamatan Sidoarjo, Selasa (7/2/2012).

SDN Sumput berjarak sekitar 2 meter dari jalan raya Sukodono itu hanya mempunyai tiga ruangan kelas dan tiga ruangan kelas lainnya berjarak sekitar 700 meter dari sekolah pertama.

Jadi total jumlah ruang kelasnya ada enam, padahal SDN Sumput memiliki 12 rombongan belajar (Rombel).

“Bangunan sekolahnya sudah tidak layak untuk dipakai sebagai ruang belajar mengajar. Dimana temboknya banyak yang terkelupas dan plafonnya sudah pada jebol,” kata I Wayan Dendra.

Pihaknya juga khawatir kalau keadaan itu dibiarkan saja tanpa ada perhatian dari Pemkab Sidoarjo akan berdampak pada keselamatan peserta didik, selain itu dapat menimbulkan trauma apabila sampai terjadi ambruknya gedung sekolah tersebut.

I Wayan Dendra juga menyoroti sistem belajar mengajar yang diterapkan oleh SDN Sumput, dimana para peserta didik harus masuk pagi dan siang yang disebabkan tidak adanya ruangan kelas, sehingga mereka harus berbagi.

“Bagaimana anak-anak bisa konsentrasi belajar, bila satu sekolah tapi kelasnya harus berjauhan seperti ini,” katanya.

Sementara itu Kepala SDN Sumput, Heru Sutrisna, mengatakan bahwa untuk menyiasati hal itu terpaksa pihaknya memberlakukan jam belajar yang berbeda, yaitu ada yang masuk pagi dan masuk siang.

“Kita cari cara agar bisa muat semua, beberapa kelas ada yang masuk pagi dan masuk siang,” ucapnya.

Di gedung yang bersebelahan dengan jalan raya diisi oleh 2 kelas untuk rombel kelas 6, sementara untuk kelas 5 dan 3 dalam satu rombel.

”Kelas tiga masuk setelah kelas 5 selesai melakukan kegiatan belajar mengajar, sedangkan gedung yang lain diisi beberapa sesi,” terangnya.

Pada pagi hari kelas diisi oleh peserta didik kelas 1 dan kelas 5 dan jam 09.30 WIB siswa kelas I pulang diganti dengan kelas II, kemudian pada pukul 12.30 WIB baik kelas II dan kelas V pulang diganti dengan kelas III. (imams)

Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. meski menerapkan jam masuk berbeda semoga tidak mengurangi efektifitas dan semangat belajar-mengajar….tp anak saya yg sekolah di SD ini bilang jarang/tdk pernah dpt PR(pekerjaan rumah) ya…..padahal disekolah lain anak didik selalu dibebani PR demi meningkatkan prestasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

PKB&GardaS

beritasidoarjo

beritasidoarjo

beritasidoarjo

beritasidoarjo