Korban Lumpur Lapindo Datangi Kantor Dispendukcapil Tuntut Pembuatan Akte Kelahiran

Korban luapan lumpur Lapindo yang tergabung dalam Korban Lapindo Menggugat (KLM) menuntut pembuatan akte kelahiran gratis bagi anak mereka.

SIDOARJO (beritasidoarjo.com) Korban luapan lumpur Lapindo yang tergabung dalam Korban Lapindo Menggugat (KLM) mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sidoarjo.

Mereka mendatangi kantor Dispendukcapil Kabupaten Sidoarjo untuk menuntut dibuatkan akte kelahiran bagi anak-anak korban luapan lumpur Lapindo yang tidak memiliki akte kelahiran.

Seperti halnya yang disampaikan oleh koordinator aksi, Iqwanul Mukminin, di kepada wartawan beritasidoarjo.com disela-sela aksi unjuk rasa, Senin (11/6/2012).

Menurut Iqwanul Mukminin bahwa ada 301 anak korban luapan lumpur Lapindo yang saat ini tidak memiliki akte keliahiran yaitu, Desa Glagaharum 196 anak, Kalidawir 55 anak, Penatarsewu 37 anak dan Desa Gempolsari 13 anak.

“Angka itu adalah sebuah angka yang bisa terdeteksi dan belum angka keseluruhan diantara desa-desa lainnya,” katanya.

Jika keseluruhan anak yang terkena dampak luapan lumpur Lapindo didaftar, diperkirakan ada sekitar 800 anak lebih yang tidak mempunyai akte kelahiran.

Masih menurut Iqwanul Mukminin bahwa anak-anak terlambat mengajukan pembuatan akte kelahiran diharuskan sidang dan membayar uang senilai Rp 500 ribu – Rp 800 ribu.

“Dengan kondisi perekonomian yang hancur akibat luapan lumpur Lapindo, jumlah uang itu telalu besar dan memberatkan warga,” ucapnya.

Setelah itu perwakilan warga diijinkan bertemu dengan kepala Dispendukcapil Kebupaten Sidoarjo, Meidi Yulianto dan ditemukan beberapa kesepakatan.

Antara lain pihak Dispendukcapil Kabupaten Sidoarjo berjanji akan memberikan jawaban pada tanggal 21 Juni 2012 setelah meminta pertimbangan Bupati Sidoarjo, H. Saiful Ilah. (imams)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*