Meracik makanan berbumbu petis

Sidoarjo – Kegiatan meracik makanan berbumbu petis dan berbahan dasar mie burung dara yang digelar Pemkab Sidoarjo bersama TP PKK Kabupaten Sidoarjo, Minggu (20/3) pagi di pendopo, akhirnya mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Ketentuan itu setelah pihak MURI menghitung jumlah peserta yang ikut dalam even tersebut hingga mencapai 2.233 peserta. Ketentuan lain yang diberikan, setiap peserta, diwajibkan untuk meracik tiga porsi menu makanan yang sudah ditentukan. Yaitu, makanan jenis tahu campur, rujak petis mie dan lontong mie.

“Sebelumnya, kami menarget jumlah peserta yang ikut dalam acara tersebut sesuai dengan angka tahun ini, yaitu sebanyak 2011,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Sidoarjo, Drs. Sutjipto, MM saat ditemui disela-sela acara.

Sehingga, dengan hasil tersebut, jumlah peserta yang ikut dalam even tersebut melebihi target yang ditetapkan, yakni sebanyak 222. Dengan ketentuan tersebut, pihak MURI akhirnya menetapkan even tersebut masuk pada daftar rekor MURI.

Racik Petis

“Disamping itu, mereka (tim MURI, Red) juga memberikan dua penghargaan. Yang pertama penghargaan kepada pemrakarsa dan kedua untuk pihak penyelenggara,” kata Sutjipto.

Acara meracik bumbu petis berbahan dasar mie burung dara memang sudah digagas sejak lama oleh Pemkab Sidoarjo. Selain untuk memeriahkan hari jadi Kabupaten Sidoarjo ke 152, even tersebut juga untuk mendongkrak potensi unggulan kota delta yang terkenal dengan petisnya.

“Kami ingin, potensi makanan unggulan yang ada di Sidoarjo, yakni makanan yang berbahan dasar dari udang dan bandeng, semakin hari semakin bergairah,” kata Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, SH, MHum.

Abah Saiful – panggilan akrab Bupati Saiful Ilah, SH, MHum itu mengungkapkan, kalau keinginan untuk mengangkat potensi Sidoarjo, khususnya soal jenis makanan itu dipandang sangat penting. Selain untuk mendongkrak geliat Sidoarjo bangkit, potensi tersebut juga diharapkan dapat mendongkrak ekonomi masyarakat.

“Potensi Sidoarjo itu sangat besar, yaitu potensi yang dihasilkan dari hasil udang dan bandengnya,” urainya.

Untuk mengangkat potensi-potensi tersbeut, orang nomor satu di kota delta itu berencana akan menggalih dan mengangkat potensi tersebut hingga maju pesat. Yakni mulai dari pesisir Waru hingga pesisir Jabon.

“Namun keinginan itu juga harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat juga,” tandasnya. (wem)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*