Terkait Munculnya Bubble Di Ketapang, Dewan Akan Bentuk Pansus Lumpur

M.Zainul Lutfi mantan ketua Pansus Lumpur Sidoarjo

SIDOARJO (beritasidoarjo.com) Belum selesainya permasalahan lumpur dan munculnya bubble (gelembung) baru di Desa Ketapang Kecamatan Tanggulangin.

Membuat pimpinan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten  Sidoarjo merasa perlu untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) Lumpur babak keempat.

Pasalnya, Pansus Lumpur  babak tiga yang diketuai M Zainul Lutfi dari Fraksi PAN sudah berakhir 28 Agustus lalu.

Sementara masih banyak agenda yang belum bisa diselesaikan diantaranya pembayaran yang belum klir dari warga korban lumpur yang memakai pola  cash and carry yang meliputi warga  Siring dan Jatirejo, dua desa itu masuk wilayah Kecamatan Porong.

Mereka berharap pembayaran 80 persen sesuai dengan peraturan presiden No 14 Tahun 2007, segera dilaksanakan.

Belum lagi warga 45 RT yang berada diluar peta terdampak yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan belum mendapat pembayaran dari APBN.  45 RT tersebut berada di empat desa yaitu, Desa Ketapang (Kecamatan Tanggulangin), Mindi dan Pamotan (Kecamatan Porong), serta desa  Besuki (Kecamatan Jabon).

Mantan ketua Pansus Lumpur babak ketiga , M Zainul Lutfi, saat dikonfirmasi, Selasa (6/9) mengatakan masih banyak agenda yang belum bisa diselesaikan secara tuntas, diantaranya melakukan mediasi warga dengan pihak yang melakukan pembayaran ganti rugi, yakni PT Minarak Lapindo Jaya.

“Masih banyak persoalan yang belum terselesaikan diantaranya warga 45 RT yang hingga saat ini belum mendapat pembayaran dari pemerintah pusat melalui APBN” katanya.

Namun saat ini pihaknya tidak bisa berbuat banyak sebab masa kerja Pansus Lumpur  yang dipimpinnya sudah berakhir.

Agenda-agenda yang dijalankan sebagian merupakan warisan dari agenda kerja Pansus Lumpur babak dua yang diketuai oleh H Sulkan Wariono dari Fraksi Partai Demokrat. Sedangkan Sulkan Wariono juga meneruskan agenda kerja dari Pansus lumpur babak pertama yang diketuai oleh H Maimun Siradj dari  Fraksi PKB.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua DPRD Sidoarjo H Abdul Kholiq mengatakan, bahwa nantinya Pansus Lumpur DPRD Sidoarjo akan dibentuk lagi untuk menyelesaikan berbagai agenda kerja yang saat ini masih belum tuntas.

“Saat ini tengah dilakukan persiapan penggodogan, kita akan rapat terlebih dahulu” kata Kholiq sembari tergesa masuk mobil dinasnya.

Sementara itu para korban luapan lumpur yang berada diluar peta terdampak seperti dikemukakan Suprapto, pihaknya meminta Pansus Lumpur tahap keempat yang merupakan lanjutan dari Pansus Lumpur tahap sebelumnya segera dibentuk kembali.

Pasalnya, kalau tidak ada Pansus Lumpur warga korban luapan lumpur baik yang berada dipeta terdampak maupun diluar peta terdampak akan kesulitan melakukan komunikasi,

mengingat masih banyak permasalahan yang membelit para korban luapan lumpur.

“Kami minta Pansus Lumpur DPRD Sidoarjo tahap selanjutnya segera dibentuk karena kami sangat membutuhkan keberadaan Pansus Lumpur  tersebut” harap Suprapto.

Apalagi pada saat ini di Desa Ketapang semakin banyak bermunculan bubble-bubble kecil yang sangat meresahkan warga.

“Buble semakin banyak dan diantaranya muncul di rumah warga dan berada dikolong  tempat  tidur” tuturnya. (imams)

Subscribe to Comments RSS Feed in this post

2 Responses

  1. Tolong jangan pilih lagi Zainul lutfi/ilut dia itu anggota dewan yang tidak dapat diperkaya alias pembohong dia pernah beli tiked pesawat kesaya tujuan surabaya-jakarta sebelum berangkat dia bilang tergesah-gesah untuk uangnya nanti dibayar setelah pulang ehhhh ternyata uang itu sampai sekarang tidak dibayar aaaahhhhh inikah yang namanya wakil rakyat,,,,,, bukan mensejahterakan rakyat malah menipu RAKYAT,,, DASAR ANGGOTA DEWAN PENJAHAT.

  2. ZAinul lutfi anggota dewan mbujuan tukang tipu beli tiked pesawat ngak mau bayar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*