Pasar Burung Porong Tak Pernah Sepi Pengunjung

Penuh sesak : Ratusan orang memenuhi pasar burung Porong setiap harinya, terutama dihari libur.

PORONG (beritasidoarjo.com) Pasar burung yang berada di Porong atau tepatnya disisi timur jalan raya/jembatan Porong setiap harinya tidak pernah sepi pengunjung dan pembeli.

Mulyono, salah satu pedagang burung mengatakan bahwa setiap harinya pasar burung Porong yang dikelolah oleh karang taruna setempat itu selalu dipadati pengunjung, Minggu (23/3/2014).

“Hampir tiap hari seperti ini mas, apalagi kalau hari Sabtu dan Minggu. Bisa-bisa nggak bisa jalan karena banyaknya pengunjung,” katanya.

Ada berbagai jenis burung yang dijual oleh para pedagang yang jumlahnya puluhan itu, namun mereka tidak berani menjual burung-burung yang termasuk dilindungi.

“Kalau (menjual) burung-burung yang dilindungi, kami tidak berani mas. Takut ditangkap,” kata pria yang biasa dipanggil Mas Yono itu.

Dikatakan oleh Yono bahwa sering ada orang-orang yang menawarkan burung-burung langkah dan termasuk dilindungi oleh negara, namun dengan tegas mereka menolaknya.

Para pengujung yang ada di pasar burung tersebut tidak semuanya bermaksud untuk menjual ataupun membeli burung, akan tetapi tidak sedikit yang hanya sekedar duduk-duduk sambil menikmati kopi dan mendengarkan suara kicau burung.

Ropik salah satunya, warga Kecamatan Jabon itu datang ke pasar burung Porong hanya sekedar minum kopi di warung sekitar sambil menikmati kicau burung milik para pedagang.

“Setiap hari Minggu saya kesini, cari kopi sambil ngilangin stress dengan mendengarkan kicau burung,” ucapnya.

Para pengunjung dan pembeli di pasar burung Porong datang dari beberapa daerah disekitar Sidoarjo, seperti Mojokerto, Pasuruan dan Malang.

Kalau pada hari Sabtu dan Minggu jumlah pengunjungnya bisa mencapai ratusan orang, namun sayang tidak adanya campur tangan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo sehingga terkesan semrawut.

Seandainya saja ditata seperti di pasar burung “Splendid” Malang dan pasar burung Kebonagung-Pasuruan ataupun seperti di pasar burung Bratang-Surabaya, tentu akan lebih nyaman dan baik serta dapat menambah PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari retribusi parkir maupun dari para pedagang burung dan warung kopi. (imams)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*